Banyak yang kulalui dalam hidup ini. Orang bilang, hidup ini sangatlah melelahkan. Pasti selalu ada masalah. Namun, ingatlah bahwa HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN yang Tuhan berikan pada kita.Ini ceritaku, mana ceritamu??
1. Pelleng
Jika Anda berkunjung ke provinsi Sumatera Utara, wajib sekali mencoba
yang namanya Pelleng. Makanan khas masyarakat Pakpak ini berupa nasi
kuning dengan lauk ayam kampung yang telah dibumbui. Biasanya, makanan
ini akan dihidangkan saat upacara atau perayaan tertentu seperti membuka
ladang, hendak meminang, lulus ujian, dan masih banyak lagi.
Pelleng [Image source]Bahan
untuk membuat Pelleng cukup sederhana, yakni beras, air, cabe, garam,
kunyit, santan kelapa, bawang merah, bawang putih, asam dari jeruk
nipis, daging ayam kampung, sere, jahe, daun asam jawa. Nah, menurut
masyarakat Pakpak sendiri, Pelleng paling cocok untuk dihidangkan di
pagi hari atau ketika matahari terbit. Hal ini karena matahari terbit
dilambangkan sebagai permulaan datangnya rejeki.
2. Dengke Mas na Niura
Setelah Pelleng, kita beralih ke masakan khas Sumatera Utara lainnya
yaitu Dengke Mas na Niura. Sajian yang berasal dari Tapanuli ini dulunya
hanya dibuat khusus untuk raja, tapi kemudian karena rasanya lezat,
semua orang Batak tertarik untuk membuat dan menyantapnya. Buat Anda
yang suka makan daging ikan mentah, masakan ini mungkin akan pas di
lidah.
Dengke Mas na Niura [Image source]Sebaliknya,
jika Anda tidak terbiasa menyantap daging ikan mentah, rasanya pasti
akan sedikit asing. Dalam bahasa Batak, na niura memiliki arti ikan yang
tidak dimasak. Jadi, Dengke Mas na Niura merupakan ikan mentah yang
dihidangkan bersama bumbu lengkap yang akan membuat rasa dagingnya jadi
lebih enak, meski tidak dimasak.
3. Bika Ambon
Penganan yang satu ini pastinya sangat akrab di telinga. Bika Ambon
yang notabenenya jajanan asli Sumatera Utara kini bisa dengan mudah
ditemukan di luar provinsi tersebut atau bahkan di luar Pulau Sumatera.
Hal ini dikarenakan cita rasa dari Bika Ambon cocok dengan selera banyak
orang dari daerah lain.
Bika Ambon [Image source]Bika
Ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, tapi sekarang banyak yang
melakukan modifikasi rasa pada penganan tersebut. Makanan yang terbuat
dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan santan itu sekarang dijual
dengan varian rasa durian, keju, dan cokelat. Usut punya usut, jajanan
tradisional ini pertama kali dijual dan populer di simpang Jl Ambon –
Sei Kera Medan.
4. Kue Pohulpohul
Selain Bika Ambon, jajanan asli Sumatera Utara yang patut Anda coba
adalah kue Pohulpohul. Masyarakat Batak juga biasa menyebutnya itak
Pohulpohul. Makanan yang berasal dari Tapanuli ini memiliki bentuk yang
unik, yakni seperti kepalan jari. Itulah kenapa jajanan ini kemudian
disebut pohulpohul atau kepalan.
Kue Pohulpohul [Image source]Bahan
untuk membuat kue ini bisa dibilang sangat sederhana. Anda hanya perlu
menyediakan tepung beras, tepung ketan, gula merah, gula pasir, vanili
bubuk, garam, daun pandan, dan sedikit air. Semua bahan itu bisa
ditemukan dengan mudah di pasar. Pohulpohul biasanya juga dijadikan buah
tangan untuk pihak keluarga yang datang berkunjung dalam rangka
meminang.
5. Sambal Tuktuk
Suka sambal? Anda wajib mencicipi sambal khas dari masyarakat Batak
Toba ini. Keistimewaan dari kuliner ini dikarenakan adanya andaliman,
bumbu masak yang mudah dijumpai di Sumatera Utara. Karena andaliman
sering digunakan dalam masakan khas Batak, orang-orang di luar Pulau
Sumatera biasa menyebutnya merica Batak.
Meskipun
andaliman tidak sepedas lada atau cabai, aroma dan rasa dari bumbu
masak ini sangat khas. Andaliman memiliki wangi jeruk yang lembut dan
rasa yang sedikit “menggigit” yang akan memberi sensasi kelu di lidah.
Di daerah asalnya, Tapanuli, sambal tuktuk dicampur dengan ikan aso-aso,
sejenis ikan kembung yang sudah dikeringkan.
Lima kuliner di atas tentunya hanya sebagian dari banyaknya ragam
masakan yang dimiliki oleh Sumatera Utara. So, bila Anda tertarik untuk
menjelajahi warisan kuliner nusantara, jangan malas untuk mencicipi
makanan-makanan khas dari setiap daerah yang Anda kunjungi. Next
Tidak ada komentar:
Posting Komentar