Senin, 19 Februari 2018

Manfaat Olahraga Untuk Anak


  • Belakangan ini, ada begitu banyak website maupun akun media sosial yang memberikan inspirasi melalui foto dan video, bahwa menjadi ibu rumah tangga tidak identik dengan kegemukan, rol rambut, dan hanya melakukan kegiatan yang membosankan seperti bergosip, memasak, membersihkan rumah serta menyiram tanaman saja.
  • Bahwa menjadi ibu, dengan anak yang bahkan jumlahnya lebih dari satu, bisa tetap bugar, langsing, sehat dan cantik karena rajin berolahraga. Ya, kata siapa menyiram tanaman, membersihkan rumah, bahkan mencuci baju tidak bisa dilakukan sambil berolahraga layaknya berada di gimnastik?
  • Di California, ada Jennifer Gelman, wanita berusia 40 tahun ini justru memanfaatkan 4 orang anak lelakinya yang energetik untuk melakukan kegiatan fitness di rumah. Ya, dengan bermain bersama mereka, di halaman, di kamar juga sambil melakukan tugas-tugas rumah tangga. Ia kini bahkan mengembangkan sebuah program olahraga dalam websitenya; BWMC- singkatan dari Baby, Where's my coffee. Yang mengombinasikan fitness dengan kegiatan parenting.
  • Semua itu bermula dari keinginannya agar bisa tetap sehat dan berolaharga, meski memiliki anak bahkan jika jumlah anaknya lebih dari satu. Kegiatannya sehari-hari tersebut bahkan menjadi inspirasi banyak orang yang kini terus menyebarkan semangat berolahraga sambil mengurus anak dan tugas rumah tangga. Sebut saja, selebriti Agni Pratistha atau Meira Anastasia, yang juga menyebarkan video-video serupa dalam akunnya.
  • Pelatih fitness ternama Liz Neporent, yang juga menulis buku The Thin in 10 Weight-Loss Plan dan juru bicara untuk the American Council on Exercise, mengatakan, sesibuk-sibuknya ibu yang baru saja melahirkan anak, bukan tidak mungkin tetap konsisten berolahraga di rumah. Menurutnya, banyak gerakan fitness bersama bayi yang dapat dilakukan sambil santai, bahkan dapat memperkuat koneksi dengan anak.
  • Namun sebelumnya, ia menyarankan untuk mengingat beberapa hal, yakni:
    1. Latihan biasanya bisa dimulai sekitar 6 pekan setelah melahirkan atau lebih lama jika melahirkan dengan proses operasi. Karena itu, selalu lakukan dengan persetujuan dokter, sebab kondisi setiap orang berbeda-beda, bukan?
    2. Demi keamanan bayi, saat melakukan latihan, bayi harus sudah mampu mengangkat kepala sendiri. Biasanya bayi berusia 3-4 bulan.
    3. Sebelum latihan, biasakan melakukan pemanasan dengan memutar bahu ke belakang dan ke bawah lalu menarik pusar ke arah tulang belakang agar punggung tidak cedera. Bernafas dengan hidung untuk melebarkan tulang dada, hembuskan lewat mulut untuk menarik otot perut Anda.
      sumber: keluarga.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar